Jumat, 05 Juli 2013

interval nilai normal




Suatu keadaan normal atau ideal atau kebiasaan umumnya suatu kejadian itu terjadi secara matematis dimodelkan oleh
 yang disebut sebagai PDF normal (ditribusi normal) dengan rataan μ dan simpangan baku σ.  (Gambar di samping).
Karena kurva tersebut ditentukan oleh parameter rataan μ  dan simpangan baku σ, maka apabila domain kurva normal tersebut di partisi menjadi beberapa bagian interval dengan lebar interval σ yang diawali dari titik tengah, maka akan diperoleh 6 (enam) bagian interval ideal. (lihat gambar).
Jika x1 batas bawah dan x2 batas atas, maka
μ = (x1+x2)/2
   = (skor maksimal ideal + skor mimimal ideal)/2
σ=(x2-x1)/6
  = (skor maksimal ideal - skor mimimal ideal)/6
Add caption

Misalkan:
x1= Skor minimal ideal = 1
x2 = skor maksimal ideal = 4
Maka
m = Rataan ideal 
= (x1+x2)/2=(1+4)/2 = 2.5
 s = Standar Penyimpangan ideal
= (x2-x1)/6 = (4-1)/6 = 0.5
Maka pembagian interval idealnya adalah sebagaimana pada gambar di samping



Jika interval [1 4] akan dibuat mnjadi 5 interval bagian, maka analisisnya sebagai berikut:
Interval 1:  1≤x<m-1.5s
Interval 2:  m-1.5s ≤ x < m-0.5s
Interval 3: m-0.5s ≤ x < m+0.5s
Interval 4: m+0.5s≤x<m+1.5s
Interval 5: m+1.5s≤x≤4

Dengan tafsiran nilai
Interval 5: Sangat Baik/Tinggi/Aktiv/Hebat
Interval 4: Baik/Tinggi/Aktiv/Hebat
Interval 3: Cukup/Sedang
Interval 2: Kurang/Buruk/Jelek
Interval 1: Sangat Kurang/Buruk/Jelek

Jika skor minimal ideal (x1) = 0, sedangkan
       Skor maksimal ideal (x2)=SMI
μ = Mean Ideal (MI) = (0+SMI)/2 = SMI/2
σ = Standar Deviasi Ideal (SDI)
   = (x2-x1)/6 = (SMI-0)/6 = 1/3(SMI/2) = MI/3 .
Rumus yang ditulis dalam buku Evaluasi Hasil Belajar NURKENCANA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar